Cerdas Berliterasi Membangun Masa depan Milenials dengan Festival Literasi Sekolah 2019

alexchandra Millennials

Haii gaeessss.. Apa kabar? gue cerita nih kalau gue hari sabtu tanggal 27 Juli kemarin datang ke acara Festival Literasi Sekolah yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Ki Hadjar Dewantara, Kemendikbud, Senayan Jakarta.

BTW kalian udah pada tau belum apa itu Festival Literasi Sekolah? Sebelumnya aku mau jelasin apa sih itu Literasi? Jadi, Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Tetapi, bila dibaca arti lainnya, literasi memang lebih dari itu. Semampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Hestek #CERDASBERLITERASI di depan Gedung Kemendikbud, Senayan Jakarta

Festival Literasi Sekolah merupakan sebuah kegiatan atau lomba untuk siswa SMA/ MA se-Indonesia yang memiliki minat dan bakat untuk mengembangkan kemampuan menulis cerpen, syair, komik, dan meme melalui pembuatan karya. Tahun ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya Festival Literasi Sekolah (FLS).

Nah kitika aku datang, aku langsung ke Panggung Utama nih. ternyata ada Diskusi dan bincang-bincang yang kali ini mengenai Literasi Abad ke-21.Diskusi pada hari itu bertemakan: “Literasi Abad ke-21: Generasi Milenial, Bonus Demografi dan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan Kontemporer.”

Acara dipandu oleh Bapak Tikky Suwantikno yang merupakan seorang Pemerhati Pendidikan. Hadir sebagai pemateri pada acara tersebut Dr. Sofian Lusa S.E., M.Kom selaku Praktisi dan Akademisi Digital Ekonomi, Lutvianto Pebri Handoko, S.T., M.M.T selaku CEO Aku Pintar, dan Athalla Hardian sebagai None Jakarta 2018.

Eitss selain acara bukan hanya itu guyss banyak acara lainnya yang berjalan secara paralel, seperti di Pojok Literasi sedang berlangsung pula kegiatan Literasi Budaya dan Kewargaan yang sedang Bedah Buku Nusantara dalam Piringku: Merayakan Keberagaman Pangan Pokok.

Nah, ada juga di Ruang Serbaguna Perpustakaan sedang membahas mengenai Literasi Digital dengan tema Artificial Intelligence dan Internet of things serta Pemanfaatannya Sehari-hari. Lalu di Ruang Teater sedang diputar Film Literasi Pelajar, yang merupakan film karya peserta FLS SMK 2018. Gak mungkin dong ya gue pindah sana sini gaess. Jadinya gue memilih untuk menyimak pembicaraan yang berlangsung di Panggung Utama.

Dan pada awal diskusi nih, Lutvianto berbicara mengenai kontribusi teknologi dalam pemetaan pendidikan di Indonesia. Menurutnya jika bonus demografi ini tidak diimbangi dengan langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas SDM nya, bisa jadi lapangan pekerjaan yang ada akan diambil oleh orang-orang dari negara lain.

Lutvianto juga mengatakan bahwa menurut ICCN (Indonesia Career Center Network), 87% pelajar Indonesia merasa salah jurusan. Lebih dari 71,7% pekerja Indonesia tidak bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Uniknya lagi nih Lutvianto mengakui kalau dirinya juga termasuk salah satunya. Lulusan sarjana kimia, tetapi kemudian berprofesi di bidang digital. Tapi keren gak sih Lulusan sarjana Kimia tapi berprofesi di bidang ditigal? Ya menurut aku sih sah-sah aja ya gaess..

Dulu, orang masih menganggap kalau yang namanya kerja itu berarti ke kantor. Kerja di rumah, tetap akan dianggap pengangguran. Padahal di masa depan akan banyak lapangan kerja di mana kita gak perlu ngantor. Bisa dikerjakan di rumah. Pandangan bahwa kerja itu harus ngantor juga yang membuat banyak pelajar masih salah memilih jurusan. Bertahun-tahun mengejar nilai dan gelar. Padahal passionnya bukan di sana.

Bapak Sofian kemudian melanjutkan bahasan mengenai bagaimana caranya menjawab permasalahan talent di era ekonomi digital ini. Menurut beliau bonus demografi Indonesia harusnya bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju lagi. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan skill SDM. Kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk mengubah model pelatihan tersebut.

Photo bersama selesai Berdiskusi

Di akhir diskusi, Athalla yang saat ini sedang menuntut ilmu di jurusan Psikologi Universitas Indonesia berbagi pengalamannya saat bersekolah dulu. Dulu Athalla bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Namun saat duduk di bangku SMA, Athalla memilih jurusan IPS yang notabene gak sesuai dengan cita-citanya. Pilihannya ini berubah saat ekpektasinya mengenai jurusan IPA tak seperti yang dibayangkannya, khususnya untuk pelajaran kimia, yang ternyata agak sulit baginya.

Lanjut gue berkeliling dong ke booth-booth yang ada di Festival Literasi 2019. Cekidot!!

Booth Sekolah Dasar
Booth Sekolah Menengah Pertama
Booth Menengah Atas
Booth Sekolah Menengah Kejuruan

Aku paling suka dengan Booth Sekolah Menengah Kejuruan gaess. Ada yang tahu kenapa? Karena aku ke Booth SMKN 27 Jakarta yang para siswanya adalah siswa dengan jurusan Tataboga.

Mereka menjual Bakso dan Siomay. Sayang Aku datangnya agak siang jadi gak kebagian deh Baksonya. Jadi aku Nyicip Siomaynya deh hehehe

Dan harga siomaynya itu cuma 10 rebu ajah loh dapat 4 buah Siomay yang endulita pokoknya mah.

Uniknya lagi adalah Siomaynya ada 3 Macam dengan warna kulit siomay yang berbeda.
– Siomay Biasa(polos) isinya itu Daging Ikan Tenggiri
– Siomay Warna Hijau isinya itu Daging Ayam. Warna Hijaunya ini alamai gaes dari Bayam.
– Siomay Warna Pink isinya adalah Daging Udang. Warna Pink ini juga alamai tentunya dari Buah Naga.

Seru banget aku datang ke Festival Literasi Sekolah 2019 kemarin. Kalian juga ada yang kesana?

You May Also Like..

Astra Financial di GIIAS 2019 Banyak Promonya

Hai gengss!!Aku kemarin datang ke GIIAS 2019. Ada yang tahu?Buat kalian yang belum tahu GIIAS adalah singkatan dari Gaikindo Indonesia […]

Tips Outfit Style Hitam Putih Cocok untuk Cowok ke Kampus

Hai semua.. Kalian sebagai mahasiswa kalau ke kampus biasanya menggunakan outfit apa sih? Full Color? Senada warnanya? atau sepenglihatan mata […]

Partipasi Millenials Dalam Politik, Hukum Dan Pertahanan Dengan Bela Negara.

Apakah itu Millenials? Ada yang tahukah Millennials itu apa dan siapa sebenarnya generasi Millenials? Pada jaman sekarang atau orang sering […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *