Asuransi Jiwa yang Paling Cocok untuk Milenial

alexchandra Millennials

Ohallo gengs!!

Waktu suka berjalan tanpa terasa ya? Tahu-tahu sudah satu tahun aja nih gue lulus dan jadi sarjana. Dan semenjak gue lulus, pertanyaan kapan lulus yang suka datang dari orang-orang sekitar mulai berganti menjadi: Kerja dimana sekarang, Le? Dan Kapan nikah nih. Hmmm… Orang-orang tuh ya, hobi banget ngasih pertanyaan soal hidup gue.

Lepas wisuda, pertanyan muncul: Kerja diman?

Bertanya fine-fine aja sih sebenarnya. Anggap aja mereka tuh care sama gue. Tapi masalahnya pertanyaan itu enggak berhenti sampai di sana. Setelah gue jawab kalau gue adalah seorang freelancer, enggak sedikit yang malah terus ngeributin soal nasib masa depan gue. “Kenapa enggak coba ikut CPNS, Lex?”, “Mending jadi karyawan kantoran aja, lebih baik masa depannya daripada jadi freelancer”, dan lain sebagainya. Duhhhh pengen kesel sama mereka, tapi kok malah ngabisin energi gue nanti.

3 Alasan Gue Memilih Jadi Freelancer

Sebelum ada yang  menuduh gue menjadi freelancer karena gue memang enggak lolos test jadi karyawan di perusahaan swasta, gue mau klarifikasi dulu. Gue sempat kok kerja partime sebelum lulus. Bahkan ketika gue punya gelar sarjana, sama seperti kebanyakan orang-orang lain, gue pun melamar di beberapa perusahaan, dan sempat bekerja jadi orang kantoran.

Tapi, ternyata itu bukan passion gue. Sebagai anak milenials mungkin gue terbiasa mengikuti kata hati gue. Termasuk ketika gue ke Jakarta buat kuliah juga ini adalah jalan yang gue pilih sendiri, meski sempat ditentang oleh keluarga gue. Gue ngerti sih, di keluarga gue enggak ada yang jadi sarjana selama ini. Rata-rata tamat SMA langsung kerja. Mereka khawatir kalau gue kuliah akan menjadi beban untuk orangtua gue. Untung nyokap selalu mendukung keinginan gue, selama memang baik ya. I love you, Ma. Dengan restu mama gue pun bisa kuliah di Jakarta. Eh, jangan salah, gue kuliah juga sambil cari beasiswa lho. Gue tahu enggak boleh nyusahin orangtua gue, tapi gue tetap harus kuliah. Sekeras itu gue memang untuk mewujudkan impian gue.

Begitu juga ketika gue mulai bekerja kantoran. Kok ternyata gue kurang sreg ya. Akhirnya gue memutuskan untuk resign dan menikmati kerja sebagai freelancer. Kenapa sih gue lebih senang jadi freelancer? Ini nih 3 alasan utama kenapa gue betah jadi freelancer.

1. Waktu yang lebih fleksible

Sebagai freelancer, gue enggak harus terikat jam kerja pagi sampai sore hari dari Senin sampai Jumat. Gue merasa lebih bebas mengatur waktu kerja gue. Kadang di saat orang-orang lagi sibuk kerja, gue malah libur. Gue bisa bebas pergi ke tempat wisata di hari hari kerja tanpa harus merasakan keramaian. Asik lho. Kalian semua harus coba.

2. Lokasi kerja yang bisa dimana aja

Mungkin karena gue anak milenial kali ya, jadi gue tuh senang banget bisa kerja dimana aja. Apalagi sebagian besar pekerjaan gue sekarang ini bisa dilakukan melalui smartphone dan laptop. Selama ada jaringan internet, di situlah gue bisa berkarya dan bekerja. Kalau ditanya kantor gue dimana, gue bakal kasih aja alamat blog dan akun media sosial gue. Karena disanalah hasil karya kerjaan gue bisa terlihat

Bisa ngerjain kerjaan di Cafe yang lucu

3. Penghasilan yang memenuhi kebutuhan hidup

Nah ini dia, alasan terakhir kenapa gue semakin betah menjadi freelancer. Penghasilan yang gue dapatkan dengan menjadi freelancer kenyataannya cukup memenuhi kebutuhan hidup gue sehari-hari kok. Tak jarang dalam satu bulan gue bisa mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dibanding ketika gue masih menjadi karyawan. See, paham bukan kenapa gue tuh betah dan nyaman sekali bekerja sebagai freelancer ini. Mungkin memang enggak semua orang nyaman, tapi buat gue ini tuh pas sama impian gue.

Menurutu gue, ketiga alasan kenapa gue menikmati banget bekerja sebagai freelancer ini memang berkaitan erat karena gue masuk dalam generasi milenial  Memang sih karakter milenial itu berbeda-beda. Gue sendiri ikut kemarin mencoba mengisi testentang karakter milenial seperti apa gue dan ternyata gue adalah tipe yang suka nongkrong dan mencoba hal-hal yang baru. Berkaitan banget kan ya sama alasan kenapa lebih memilih bekerja sebagai freelancer

Kira-kira karakter kalian seperti apa? Pasti mulai penasaran juga ingin ikutan tes kaya gue deh. Tenang, kalian tinggal klik link ini bit.ly/wujudkanmissionmu dan cari tahu karakter milenial seperti apa yang kalian miliki. Kalau sudah, jangan lupa ceritain ke gue ya.

Pertanyaan yang akan kita jawab

MiSmart Insurance Solution (MISSION), Asuransi dan Investasi yang Cocok untuk Milenial

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, omongan orang tentang gue harus memikirkan soal masa depan gue itu ada benarnya juga. Menjadi freelancer meski pun saat ini gue bisa memenuhi kebutuhan hidup gue tapi bagaimana dengan jaminan di masa yang akan datang? Terutama di saat mungkin fisik dan tenaga gue sudah enggak mungkin lagi kerja terus menerus. Justru

Menurut Indonesia Millenial Report 2019, sebanyak 80,2 persen milenial masih menggunakan tabungan konvensional. Sementara itu 6 persen menggunakan kartu kredit dan hanya 2,9 persen yang memiliki asuransi jiwa. Sedikit dari mereka yang telah memikirkan investi masa depan. Pada laporan yang sama juga disebutkan jika sebagian besar atau sebanyak 51,1 persen milenial menghabiskan pendapatannya untuk kebutuhan bulanan. Hanya 10,7 persen milenial yang mengalokasikan dana untuk tabungan.

Duh… Itu gue banget. Gue termasuk generasi milenial yang belum terlalu memikirkan soal masa depan gue. Apalagi soal proteksi diri dan investasi. Padahal di saat sekarang gue masih sanggup berkarya dan bekerja keraslah, gue harus mulai memikirkan rencana untuk masa depan gue.

Ada yang kira-kira sama dengan gue? Belum terlalu memikirkan soal investasi dan proteksi diri buat masa depanKira-kira sebaiknya mesti gimana ini? Mesti mencari solusi proteksi diri dimana. Gue paham banget sebagai anak milenial pastinya enggak mau yang ribet-ribet. Kalau perlu cukup di satu tempat tapi bisa mendapatkan beberapa solusi sekaligur. Hmmm… Kebetulan baru-baru ini gue kenalan sama solusi yang dibutuhkan anak milienial untuk jaminan masa depannya: MiSmart Insurancer Solution atau disingkat dengan MISSION!

MiSmart Insurance Solution (MISSION) ini merupakan solusiterbaru yang ditawarkan oleh Manulife untuk investasi jangka panjang guna memenuhi tujuan finansial sehingga dapat melengkapi kenyamanan hidup di berbagai tahapan kehidupan. Soal Manulife sendiri tentunya sudah enggak perlu diragukan lagi dong kredibilitas mereka. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga insya Allah aman untuk berinvestasi. Apalagi Juli 2020 ini, genap 35 tahun Manulife beroperasi di Indonesia dalam memenuhi komitmennya untuk melindungi nasabahnya. Usia gue aja masih jauh dari angka itu. 

MISSION ini memang menyasar berbagai kalangan terutama milenial kayak gue, kayak elo, pembaca blog Alexchandra ini. Kenapa menurut gue pas banget buat generasi milenial? Karena pilihan preminya sesuai kebutuhan, mulai dari Rp4.000.000/USD400 per tahun. Selain itu produk ini juga dilengkapi dengan manfaat loyalitas yang akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan polis, yaitu sebesar 50% di Akhir Tahun Polis ke-10 dan 700% di Akhir Tahun Polis ke-25.

Menurut Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita Rumngangun, MiSmart Insurance Solution (MISSION) ini adalah investasi jangka panjang guna memenuhi tujuan finansial milenial. Investasi ini pun dilengkapi fasilitas asuransi hingga bisa menjamin kesehatan milenial ke depannya. 

Menurut gue, produk ini tuh menarik banget. Apalagi MISSION ini dilengkapi dengan asuransi tambahan berupa solusi 3 in 1,yaitu perlindungan jiwa, investasi dan solusi perlindungan kesehatan. Investasi asuransi ini juga memiliki banyak keunggulan, seperti perlindungan tambahan untuk kesehatan (MiSHC),  yang akan memberikan penggantian biaya medical sesuai tagihan dan manfaat tahunan tambahan untuk 4 Penyakit khusus seperti kanker, serangan jantung, gagal ginjal, dan transplantasi organ; juga perlindungan terhadap Manfaat penyakit kritis (MiSCC) dan Manfaat Pembebasan Premi Dasar (MiSWP). 

Mantul kan ya? Kalau kalian pada penasaran soal MISSION ini, kalian bisa cari tahu informasi seputar produk ini lewat Facebook, Twitter, Instagram, YouTube Manulife, atau kunjungi www.manulife.co.id.

Jadi, gimana menurut kalian? Apakah generasi milenial sudah sewajarnya untuk mulai memikirkan soal proteksi diri dan mempersiapkan masa depan seperti apa yang diinginkan nanti? Ceritakan dong pendapat kalian di kolom komentar.

You May Also Like..

5 Tips dan Trik Memilih Media Pembelajaran Online Saat Covid-19

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia masih menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah-sekolah, sehingga para siswa tidak bertatap muka langsung untuk […]

5 Alasan Kenapa O2 Urban Pop di Grand Wisata Cocok untuk Kaum Milenial

Ohallo!! Ada teman-teman gue yang lagi mencari hunian enggak nih? Biasanya kalau mencari tempat tinggal, kriteria apa sih yang diinginkan? […]

Sinar Mas Land Berikan Bantuan Alat Pelindung bagi Para Petugas Medis di Provinsi Banten Guna Mencegah Penularan Covid-19

Sinar Mas Land memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis di Provinsi Banten guna membantu pemerintah dalam […]

17 Comments

  1. Freelancer memang kerap dipandang sebelah mata. Ya karena kerjaannya gak jelas. Tampaknya nganggur, padahal otak sama tangan sedang berpacu dengan dateline, hehe..

    Saya sudah 10 tahun kerja di rumah. Awalnya takut, nyatanya setelah di jalani ada aja penghasilan. Masih bisa nabung, investasi. Untuk masa depan baiknya memang memiliki proteksi sih ya

  2. Freelance dan generasi milenial memang sebaiknya memiliki proteksi. Tapi sepertinya harus ada edukasi yang kontinu tentang asuransi. Baca persyaratan udah puyeng sendiri. Kalau ada cara mengenal asuransi yang asyik seperti ini, jadi pengin tahu lebih dalam

  3. jaman dulu dan sekarang beda ya gak bisa dipukul rata sama halnya dengan pekerjaan. Jaman dulu maunya itu anak-anaknya jadi PNS udah seneng banget. Nah jaman sekarang masing-masing punya passion, kaya Alex yang nyaman jadi freelancer ya gpp asal fokus & bertanggung jawab ya. Ayo buktikan kalo freelancer juga menjanjikan asalkan punya proteksi juga ya

  4. Kerja sbg freelancer malah enak loh krn tidak terpaku pada waktu, lebih fleksibel utk berkarya.. Menurut saya sih generasi milenial harus sejak dini juga sih memikirkan untuk proteksi masa depan..

  5. itu salah satu alasan saya juga kenapa sekarang lebih memilih freelancer, karena waktunya fleksible, bisa ngelakuin banyak hal lainnya lagi. asuransinya solutif banget ya 3 in 1 mulai dari perlindungan jiwa, investasi dan solusi perlindungan kesehatan, lengkap banget ini yang dicari semua orang ya

  6. Kak Ale,,, congrats yaa udah sukses nyabet gelar sarjana. Kereen. Enak lohh kerja freelancer. Fleksibel banget yak. Btw, menurut aku sih generasi milenial perlu juga dong mikirin soal proteksi diri dan nyiapin masa depannya ntar kaya apa. Soalnya dg usia yg masih muda itu masa depan cerah msh bs diraihhh. Masih terbuka banyak peluang.

  7. Aku dulu pernah kerja kantoran dikarena alasan anak dan keluarga terus resign . Dan sekarang aku menikmati banget jadi freelancer . Namun bener banget nih mesti jaga2 dengan asuransi. Karena kita ga tahu kebutuhan mendadak tak terduga dimasa depan.

  8. Kerja jadi freelancer juga oke kok. Apapun yang kita kerjakan sepanjang bermanfaat dan bisa menjadi wadah aktualisasi, lanjutkan saja. Jangan lupa untuk menyediakan proteksi diri yaaa… mumpung nih masih usia produktif, masih bisa kerja sana sini untuk bayar premi. Apalagi asuransi yang ini enggak bikin boncos kaaan…

  9. Aku pernah nyobain jadi freelancer kurang lebih setahunan, seru penuh tantangan banget, ahh jadi kangen masa2 itu, gak terikat jam kerja, dan tempat kerja, bisa kerja dimanapun dan kapanpun.

  10. Freelance emang kerjaan paling cocok buat anak millenial yang ngga mau kerja 8 to 5 alias kerja kantoran. Selama dinikmati dan dikerjakan dengan serius, freelance bisa sangat mencukupi yaa kak.

  11. Gue udah 2 tahunan jadi freelancer, awal mulai pas 2017 waktu masih kuliah. Rasanya enak sih. Apalagi kalo udah dapet gaji sendiri kan, kayaknya pengen dihabisin semuaaa.

    Ketemu artikel ini, kegalauan gue soal asuransi sedikit membantu! Gue jadi tau asuransi apa yang cocok buat gue dan jadi banyak belajar soal proteksi diri. Makasih Alex udah sharing!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *